Senin, 14 Oktober 2013

Ingin minta dipencet juga

Seorang pria Arab sedang membujuk seekor unta jantannya yang sedang mogok dan duduk di jalanan sehingga membuat kendaraan di belakangnya antri panjang alias macet.
"Ayo dong manis....berdiri...jalanan jadi macet gara-gara kamu duduk di tengah jalan" bujuknya. Tapi si unta tetap saja cuek. Dia tidak beranjak sedikitpun, sementara suara-suara klakson mobil makin bising saja.

"Aduh...ayo dong sayang...kamu duduknya di pinggir jalan saja" rayunya, tetap saja nihil. Lalu ada seorang gadis yang turun dari salah satu kendaraan yang macet itu dan menghampiri pria dan untanya.

"Untanya kenapa, Pak?" tanya si gadis.

"Ini..unta saya tidak mau berdiri..huh! menyusahkan saja"

Si gadis mengangguk, "kebetulan saya seorang perawat. Coba saya periksa unta bapak" kata si gadis menghampiri unta itu.

Gadis itu berjongkok dan meraba-raba unta itu dari kepala sampai badan atasnya. Kemudian dia mulai meraba-raba bagian bawah badan unta.

Kontan saja si unta langsung berdiri dan lari sekencang-kencangnya. Jalananpun tidak macet lagi. Si pria pemilik unta itu menghampiri si gadis, " Wah! Nona
hebat! Nona apakan unta saya sampai dia berdiri dan lari kencang?"

"Oh, saya cuma pencet 'anu-nya' pak" jawab si gadis sambil berjalan menuju kendaraannya meninggalkan pria itu. Si pemilik unta itu diam sesaat, lalu mengikuti si gadis yang berjalan didepannya.

Si gadis menoleh, "Bapak kok, mengikuti saya? kan saya sudah membantu bapak agar unta bapak tidak mogok di jalan lagi" kata si gadis sambil terus berjalan.

"Eh, maaf nona!" kata pria itu. Si gadis berbalik kesal

"Bapak mau apalagi?"

"Nona bilang, unta saya berdiri dan lari kencang karena nona pencet 'anu-nya?"

"Iya, lalu?"

"Kalau begitu, tolong pencet 'anu saya supaya saya bisa mengejar unta saya itu!" katanya polos.

Sex dengan pistol

Ketika ali dan Hasan Betemu ;

Ali : "Saya kemarin mengadakan eksperimen yang menarik. Hasilnya luar biasa."

Hasan : "Oh ya? Apa itu?"

Ali : "Kamukan tahu istri saya pelari cepat. Kemarin sewaktu kami mengadakan hubungan suami istri, diam-diam saya mengambil pistol dan menembakkannya. Mendengar suara pistol tersebut, istri saya langsung `berpacu` dengan cepat. Hasilnya benar-benar luar biasa. Kamu boleh mencobanya."

Hasanpun berpikir untuk mencobanya nanti. Besoknya mereka bertemu kembali di bar yang sama. Ali membuka pembicaraan.

Ali : "Bagaimana? Apakah kamu mencobanya?"

Hasan : "Ya.." (dengan wajah sedih).

Ali : "Lalu bagaimana hasilnya. Kenapa kamu kelihatan sedih?"

Hasan : "Sewaktu saya pulang kemarin, ternyata istri saya sudah siap dan menunggu di ranjang. Mengikuti saran kamu, diam-diam saya ambil pistol dan menembakkannya. Mendengar suara pistol, istri saya langsung pingsan dan dari lemari pakaian seorang pria telanjang keluar sambil mengangkat tangan."